-->
  • Jelajahi

    Copyright © NUSANTARANOW.ID | Barometer Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Latest News

    IPAL SPPG Pattedong Belum Optimal, DLH Luwu Siapkan Evaluasi Lanjutan

    Cambang
    Jumat, 18 September 2026, 11:34 WIB Last Updated 2026-09-18T04:34:51Z
    IPAL SPPG Pattedong Belum Optimal, DLH Luwu Siapkan Evaluasi Lanjutan


    LUWU | NUSANTARANOW - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu menemukan pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, belum berjalan optimal saat dilakukan peninjauan.

    Kepala DLH Kabupaten Luwu Muh. Iqbal Halwi mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan spesifikasi IPAL yang tersedia telah sesuai, namun penempatan dan penggunaannya belum memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP).

    “Status SPPG Pattedong saat kami kunjungi adalah beroperasi. Terkait IPAL, saat itu ditemukan fakta bahwa spek IPAL sesuai, namun penempatan dan penggunaan belum sesuai SOP,” kata Iqbal saat dihubungi, Kamis (17/9).

    Ia mengatakan DLH telah memberikan sejumlah arahan kepada pengelola SPPG untuk memperbaiki sistem pengolahan limbah, termasuk posisi bak penampungan dan titik pembuangan atau outfall.

    Pengelola juga diminta memastikan pengoperasian dan pemantauan IPAL dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

    “Intinya, IPAL ada, tapi tidak berfungsi secara baik saat itu,” ujarnya.

    Iqbal mengatakan DLH akan kembali turun ke lapangan untuk mengevaluasi tindak lanjut atas temuan tersebut, termasuk memastikan perbaikan yang telah diarahkan sebelumnya telah dilaksanakan.

    “InsyaAllah kami akan turun lagi untuk melakukan evaluasi terhadap temuan awal,” katanya.

    Rencana evaluasi tersebut dilakukan setelah muncul kembali keluhan dari warga sekitar SPPG mengenai bau yang diduga berasal dari area pengelolaan atau penampungan limbah.

    Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan bau tersebut cukup menyengat dan dapat tercium hingga puluhan meter dari lokasi.

    “Baunya sangat menyengat. Sampai puluhan meter masih tercium,” katanya.

    Keluhan warga tersebut menjadi salah satu hal yang akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan untuk mengetahui kondisi aktual pengelolaan limbah SPPG.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu dr. Rosnawary Basir mengatakan pihaknya sebelumnya telah melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) terhadap SPPG Pattedong.

    Berdasarkan laporan tim, kata Rosnawary, kondisi ruangan saat pemeriksaan dinilai bersih dan tersedia ruangan sesuai SOP serta tempat sampah.

    Ia menjelaskan, pada awalnya SPPG Pattedong masih menggunakan IPAL sederhana. Setelah tim Dinas Kesehatan bersama Koordinator Wilayah melakukan pemeriksaan dan memberikan arahan, pengelola kemudian mengganti IPAL tersebut dengan sistem yang lebih terstandar.

    “Awalnya masih IPAL sederhana. Kemudian setelah tim Dinkes turun bersama Korwil diberikan arahan untuk mengganti IPAL sederhana dengan IPAL terstandar. SPPG sudah mengganti IPAL-nya dan dari Dinas DLH sudah turun meninjau,” jelasnya.

    Meski demikian, Dinas Kesehatan juga akan kembali melakukan pemeriksaan langsung menyusul adanya keluhan warga.

    “Dengan adanya keluhan ini kami akan segera tindak lanjuti untuk turun langsung ke lapangan dan meninjau kondisi SPPG,” katanya.

    Selain persoalan IPAL, kondisi fisik bangunan SPPG juga menjadi perhatian warga. Bangunan yang diperkirakan berukuran sekitar 7 x 10 meter tersebut disebut memiliki ruang dan halaman yang terbatas.

    Keterbatasan ruang itu disebut berdampak pada penempatan sejumlah peralatan, termasuk ompreng yang telah digunakan, yang terlihat ditempatkan di luar bangunan.

    Warga berharap evaluasi pemerintah mencakup sistem pengelolaan limbah, kebersihan peralatan, serta kondisi fasilitas SPPG.

    SPPG Pattedong diketahui berada di bawah naungan Yayasan Mutiara Titik Senja.

    Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala SPPG Pattedong dan Koordinator Wilayah melalui WhatsApp terkait temuan tersebut belum mendapat tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

    DLH Kabupaten Luwu selanjutnya akan melakukan evaluasi lapangan untuk memastikan kondisi IPAL dan pelaksanaan perbaikan sesuai arahan yang telah diberikan.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini