NUSANTARANOW.ID | LUWU — Dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mencuat di Kelurahan Pammanu, Lingkungan Ceppa Padang, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu.
Seorang warga setempat menyebut aktivitas penampungan solar tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria bernama Darman.
Menurut warga, solar yang diperoleh dari sejumlah pihak kemudian dikumpulkan dan ditampung sebelum kembali diangkut menggunakan mobil tangki.
Warga menduga aktivitas tersebut telah berlangsung lebih dari satu tahun.
“Dua kali mobil tangki masuk setiap malam mengambil BBM. Karena ini besar,” ungkap warga setempat, Rabu (23/9/2026).
Menurut keterangan warga, sejumlah pelansir solar disebut terlebih dahulu menjual BBM kepada Darman untuk kemudian ditampung di lokasi tersebut.
Warga juga mengklaim volume BBM yang ditampung cukup besar. Dalam satu kali pengambilan menggunakan mobil tangki, keuntungan yang diperoleh disebut dapat mencapai sekitar Rp10 juta.
“Dalam satu malam bisa masuk dua sampai tiga mobil tangki,” kata warga tersebut.
Tak hanya itu, warga menyebut aktivitas pengambilan BBM dilakukan oleh sejumlah anggota jaringan hingga ke wilayah SPBU Lare-Lare.
Darman juga disebut memiliki tiga unit kendaraan yang digunakan untuk mengangkut BBM.
“Pengambilan BBM dilakukan anggotanya sampai SPBU Lare-Lare. Darman juga memiliki tiga mobil untuk
yang digunakan mengangkut BBM,” lanjutnya.
Warga Soroti Dugaan Setoran Selain dugaan penimbunan, warga juga mengungkap adanya dugaan pemberian setoran kepada oknum aparat penegak hukum (APH).
Warga mengaku beberapa kali melihat kedatangan oknum yang disebut sebagai APH ke lokasi.
Menurut pengakuannya, kedatangan tersebut diduga berkaitan dengan pengambilan setoran agar aktivitas penimbunan dapat terus berlangsung tanpa gangguan.
Namun, dugaan tersebut masih sebatas keterangan warga dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Jika benar terjadi, praktik penimbunan dan distribusi BBM bersubsidi berpotensi merugikan masyarakat yang menjadi sasaran penyaluran BBM bersubsidi.
Sebab, solar bersubsidi diperuntukkan bagi kelompok masyarakat dan sektor tertentu yang memenuhi ketentuan pemerintah.
Penyalahgunaan distribusi dapat menyebabkan BBM yang semestinya diperoleh masyarakat justru berpindah ke jalur distribusi yang tidak semestinya.
Upaya Konfirmasi
Awak media telah berupaya menghubungi Darman melalui aplikasi WhatsApp untuk meminta klarifikasi terkait dugaan penimbunan solar, aktivitas pengangkutan menggunakan mobil tangki, serta tudingan adanya jaringan pelansir.
Darman memberikan tanggapan terkait penyebutan tiga tangki tersebut. Ia mengatakan, belum tentu seluruh tangki yang dimaksud merupakan miliknya.
“Yang tiga tangki yang disebut itu belum tentu semuanya punya saya. Kemungkinan ada tangki milik pihak lain, karena ada dua tempat penimbunan yang berada di daerah saya atau dekat rumah,” ujar Darman.
Dugaan setoran kepada oknum APH dalam berita ini bersumber dari keterangan warga dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
.jpeg)

.jpeg)
