-->
  • Jelajahi

    Copyright © NUSANTARANOW.ID | Barometer Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Latest News

    Tragedi Senja di Baturapak: Pelajar 16 Tahun Meninggal, Kembali Jadi Alarm Keras Bahaya Berkendara di Bawah Umur

    NusantaraNow.id
    Selasa, 05 Mei 2026, 11:57 WIB Last Updated 2026-05-05T04:57:57Z


    NUSANTARANOW.ID | SELAYAR - Senja yang seharusnya menjadi waktu pulang penuh harap justru berubah menjadi duka mendalam di Dusun Baturapak, Desa Polebunging, Kecamatan Bontomanai. Pada Senin sore (4/5/2026) sekitar pukul 17.30 WITA, sebuah kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa seorang pelajar berusia 16 tahun.


    Peristiwa tragis itu terjadi di jalan menanjak dengan kondisi jalur yang sempit, ketika sepeda motor yang dikendarai korban bertabrakan dengan sebuah mobil truk dari arah berlawanan. Benturan di bagian depan kedua kendaraan tak dapat dihindari, meninggalkan luka yang tak hanya fisik, tetapi juga duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.


    Korban sempat dilarikan ke RS KH Hayyung, namun takdir berkata lain. Nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.


    Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan kembali menjadi peringatan keras tentang risiko berkendara di usia yang belum matang. Di balik angka dan kronologi, ada masa depan yang terhenti, mimpi yang terputus, dan keluarga yang harus menerima kehilangan.


    Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan diduga dipicu oleh kondisi jalan yang sempit serta aktivitas berkendara yang berisiko. Jalur menanjak dengan visibilitas terbatas menjadi salah satu faktor yang memperbesar potensi tabrakan.


    Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Polres Kepulauan Selayar melalui Satuan Lalu Lintas segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan kendaraan yang terlibat. Pengemudi mobil dan sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.


    Kasat Lantas Polres Kepulauan Selayar, AKP Muh. Idris, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, sembari menyoroti fenomena yang terus berulang pengendara di bawah umur di jalan raya.


    “Kami masih melakukan proses penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan. Namun kami juga sangat menyayangkan masih adanya anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan di jalan raya,” ungkapnya.


    Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian selama ini aktif melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas ke sekolah-sekolah, sebagai upaya membangun kesadaran sejak dini di kalangan pelajar.


    “Kami rutin turun ke sekolah memberikan edukasi tertib berlalu lintas. Namun ini tidak akan efektif tanpa dukungan penuh dari masyarakat, khususnya orang tua,” tambahnya.


    Menurutnya, peran orang tua menjadi kunci utama dalam mencegah kejadian serupa. Memberikan kendaraan kepada anak yang belum cukup umur bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan mereka.


    “Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar tidak memberikan kendaraan kepada anak yang belum cukup umur dan belum memiliki kompetensi berkendara. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.


    Selain penanganan hukum, pihak kepolisian juga melakukan pendekatan humanis kepada keluarga korban guna menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari potensi konflik sosial di tengah masyarakat.


    Peristiwa ini menjadi pengingat bersama bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan. Satu kelalaian kecil bisa berujung pada kehilangan yang tak tergantikan.


    Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, agar tidak ada lagi masa depan anak bangsa yang terhenti di jalan raya. ( Red )

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini